malu untuk akui, saat ini butuh hadir_mu..
malu untuk akui, saat ini butuh perhatian_mu..
malu untuk akui, saat ini terasa hampa tanpamu..
biar lah diam ini kan setia menemani sementara ini..
tak kan ku ganggu waktu mu..
ku tunggu saja..
i miss you so much.. your care..
17.5.12
8.5.12
hmm..
girl,
sesungguhnya di dalam dirinya, pria itu rapuh, tapi tak terlihat karena terlindungi oleh cangkangnya yang keras.
berbeda dengan kalian, yang lunak pada cangkangnya tetapi keras di dalamnya..
sesungguhnya di dalam dirinya, pria itu rapuh, tapi tak terlihat karena terlindungi oleh cangkangnya yang keras.
berbeda dengan kalian, yang lunak pada cangkangnya tetapi keras di dalamnya..
7.5.12
hening..
semua orang berfikir..
"andai bisa memutar balik waktu"
tak ada guna mengutuki kesalahan,
tapi bagaimana menjadikan kesalahan sebagai sebuah pelajaran..
kesalahan yang tak di introspeksi hanya akan menghadirkan kesalahan-kesalahan yang menahun dan kambuh
sebaiknya bagaimana sebuah pelajaran yang telah diambil menjadi "panduan" kedepan nantinya, sehingga seburuk apapun masalah yang timbul akan dapat teratasi sebaik mungkin..
lanjutkan, teruskan dengan menghadirkan tawa dan canda..
*sebuah nasehat untuk diri sendiri*
semoga tidak hanya sebagai nasehat kosong..
tips meredam marah...
1. Tenang. Ambil jeda waktu beberapa menit ketika muncul perasaan ingin ‘meledak’. Anda bisa pergi ke ruangan lain dan lepaskan ‘ledakan’ itu di sana. Bila perlu, ambil waktu lebih panjang. Setelah tenang, temui kembali pasangan dan selesaikan masalah dengan kepala dingin.
2. Hindari Kata ‘Selalu’ Dan ‘Tidak Pernah’. “Kamu selalu begitu” atau “Kamu tidak pernah mengerti perasaanku”. Ucapan ini sering terlontar ketika kita marah pada pasangan. Padahal, penggunaan kata-kata ini akan semakin memperuncing pertengkaran. Hindari ucapan tersebut atau coba katakan lebih spesifik dan jelas.
3. Stop Berultimatum. Apa pun masalahnya, pertengkaran bukan akhir sebuah hubungan. Jadi, jangan mengeluarkan ultimatum atau mendeklarasikan hubungan Anda telah berakhir. Fokuskan perhatian pada inti masalah. Jangan biarkan diri Anda terbawa suasana.
4. Jangan Katakan “Aku benci Kamu”. Apa pun yang Anda rasakan saat bertengkar, jangan pernah sekali pun mengeluarkan ungkapan benci. Apalagi jika sebenarnya Anda tidak bermaksud seperti yang Anda katakan. Ungkapan seperti, “Aku benci kalau kamu bersikap seperti itu”, akan lebih enak didengar dibandingkan “Aku benci padamu”.
5. Toleran. Taktik bagus untuk menenangkan dan mendinginkan suasana adalah dengan berkata lembut dan halus pada pasangan yang sedang ‘panas’ hati. Bersikaplah lebih toleran, sabar dan tempatkan diri Anda di posisinya. Jika Anda tak pernah melakukan hal ini pada pasangan, jangan harap dia akan berbuat sama pada Anda.
6. Jangan Akhiri Pertengkaran Dengan Pertengkaran. Maksudnya, jangan mengomentari pertengkaran yang telah lewat secara berlebihan. Tidak penting siapa yang mulai menyela atau berteriak, jika Anda dan dia telah setuju dan berdamai. Hentikan tindakan atau ucapan yang dapat menyulut pertengkaran baru.
7. “Maaf”. Kata ini memang memiliki kekuatan magis yang besar dan bekerja sangat baik dalam menyelesaikan pertengkaran. Mintalah maaf kalau pernah berlaku tidak baik selama pertengkaran, meski Anda merasa tidak bersalah dalam pertengkaran tersebut.
Bagian terbaik dari sebuah pertengkaran adalah saat berbaikkan. Jadi, berbaikanlah. Nyatakan perasaan cinta Anda dan peluk dia!
sumber
2. Hindari Kata ‘Selalu’ Dan ‘Tidak Pernah’. “Kamu selalu begitu” atau “Kamu tidak pernah mengerti perasaanku”. Ucapan ini sering terlontar ketika kita marah pada pasangan. Padahal, penggunaan kata-kata ini akan semakin memperuncing pertengkaran. Hindari ucapan tersebut atau coba katakan lebih spesifik dan jelas.
3. Stop Berultimatum. Apa pun masalahnya, pertengkaran bukan akhir sebuah hubungan. Jadi, jangan mengeluarkan ultimatum atau mendeklarasikan hubungan Anda telah berakhir. Fokuskan perhatian pada inti masalah. Jangan biarkan diri Anda terbawa suasana.
4. Jangan Katakan “Aku benci Kamu”. Apa pun yang Anda rasakan saat bertengkar, jangan pernah sekali pun mengeluarkan ungkapan benci. Apalagi jika sebenarnya Anda tidak bermaksud seperti yang Anda katakan. Ungkapan seperti, “Aku benci kalau kamu bersikap seperti itu”, akan lebih enak didengar dibandingkan “Aku benci padamu”.
5. Toleran. Taktik bagus untuk menenangkan dan mendinginkan suasana adalah dengan berkata lembut dan halus pada pasangan yang sedang ‘panas’ hati. Bersikaplah lebih toleran, sabar dan tempatkan diri Anda di posisinya. Jika Anda tak pernah melakukan hal ini pada pasangan, jangan harap dia akan berbuat sama pada Anda.
6. Jangan Akhiri Pertengkaran Dengan Pertengkaran. Maksudnya, jangan mengomentari pertengkaran yang telah lewat secara berlebihan. Tidak penting siapa yang mulai menyela atau berteriak, jika Anda dan dia telah setuju dan berdamai. Hentikan tindakan atau ucapan yang dapat menyulut pertengkaran baru.
7. “Maaf”. Kata ini memang memiliki kekuatan magis yang besar dan bekerja sangat baik dalam menyelesaikan pertengkaran. Mintalah maaf kalau pernah berlaku tidak baik selama pertengkaran, meski Anda merasa tidak bersalah dalam pertengkaran tersebut.
Bagian terbaik dari sebuah pertengkaran adalah saat berbaikkan. Jadi, berbaikanlah. Nyatakan perasaan cinta Anda dan peluk dia!
sumber
3.5.12
ngelamun
cinta ini membuatku buta.. pada dunia
cinta ini membuatku egois.. padamu
memonopoli hidupmu..
memonopoli perhatianmu..
maafkan aku..
aku hanya seorang yang lemah..
lemah tanpamu..
lemah karena takut kau pergi..
inginkan kau seutuhnya..
akh.. egoisnya aku..
cinta ini membuatku egois.. padamu
memonopoli hidupmu..
memonopoli perhatianmu..
maafkan aku..
aku hanya seorang yang lemah..
lemah tanpamu..
lemah karena takut kau pergi..
inginkan kau seutuhnya..
akh.. egoisnya aku..
Langganan:
Komentar (Atom)